STUDI KARAKTERISTIK PELAT TEMBAGA TERHADAP PENGEROLAN DINGIN

  • Yoddy A. Nuhgraha

Abstract

Proses pengerolan dingin pada pelat tembaga (Cu) dilakukan untuk mengetahui perubahan-perubahan yang
terjadi baik dari segi sifat mekaniknya maupun struktur mikro tembaga. Uji keras menggunakan metoda mikro
Vickers dilakukan untuk melihat hubungan kekerasan sampel tembaga terhadap deformasi plastis yang
diterimanya. Kekerasan sampel meningkat dari 96.7 VHN menjadi 116.7 VHN setelah diberikan total deformasi
sebesar 0.69. Nilai kekerasan menurun drastis setelah dilakukan proses annealing pada berbagai temperatur
di bawah dan di atas fasa rekristalisasinya yaitu 39.6 VHN ~ 57.6 VHN. Melalui metoda metalografi, struktur
mikro sampel memperlihatkan butir yang memanjang dan pipih (elongasi) yang menandakan telah terjadi
deformasi plastis pada logam tersebut. Arah elongasi butirannya akan mengikuti arah deformasi yang
dilakukan. Pada struktur mikro sampel yang telah dianil bentuk butirannya relatif bulat (equiaxial grain) yang
menandakan telah terjadi proses rekristalisasi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan
kekerasan dengan perubahan struktur butir karena deformasi plastis yang menyebabkan terjadinya dislokasi
butir, dengan kata lain mekanisme ini dinamakan dengan strain hardening. Uji tarik untuk melihat kekuatan
luluhnya tidak dilakukan.
Kata kunci: tembaga, roll dingin, uji keras, struktur mikro, metalografi, rekristalisasi, dislokasi, annealing.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
Sep 7, 2019
How to Cite
NUHGRAHA, Yoddy A.. STUDI KARAKTERISTIK PELAT TEMBAGA TERHADAP PENGEROLAN DINGIN. Jurnal TEDC, [S.l.], v. 9, n. 2, p. 81-89, sep. 2019. ISSN 2776-723X. Available at: <http://ejournal.poltektedc.ac.id/index.php/tedc/article/view/246>. Date accessed: 14 june 2026.
Section
Articles