KAPASITAS KERJA FISIK PADA PEKERJA PRODUKSI KAYU BANGUNAN
Abstract
Kelelahan fisik merupakan salah satu akibat dari aktivitas kerja fisik berlebih yang dialami oleh pekerja pada
produksi kayu bangunan sebagai salah satu tipe pekerjaan kontruksi. Kelelahan fisik dapat menyebabkan
penurunan performansi bahkan menyebabkan kecelakan kerja. Sehingga, untuk menanggulangi hal tersebut,
perlu dilakukan pengukuran fisiologis kerja dari para pekerjanya, untuk mengetahui kondisi pekerjaan
konstruksi saat ini. Berdasarkan hasil pengukuran, didapatkan nilai HR Average 95.3 ± 10.8 bpm dan HR
Peak 132,2 ± 31.8 bpm dengan besar Energy Expenditure (EE) yang dihasilkan adalah 4.2 kkal/menit. Nilai
tersebut menunjukan bahwa produksi kayu bangunan berada pada klasifikasi moderat hingga berat. Hal ini
dapat menjadi sebuah gambaran untuk pekerjaan produksi kayu di Indonesia. Sehingga perlu dilakukan
penelitian lebih lanjut terkait pekerjaan konstruksi secara umum dan khusunya pada produksi kayu bangunan
yang lebih luas.
Kata Kunci: produksi kayu bangunan, pengukuran fisiologis, Heart Rate, Energy Expenditure.

