Pengembangan Mesin Potong Jerami Terfermentasi Sebagai Pakan Ternak Sapi

  • Haryadi .
  • Nur Khakim

Abstract

Jerami padi merupakan produk samping tanaman padi yang tersedia dalam jumlah yang relatif lebih banyak
dibandingkan dengan produk samping pertanian lainnya dan terdapat hampir di setiap daerah di Indonesia.
Ketersediaan jerami padi dalam jumlah yang cukup melimpah ini merupakan peluang besar untuk
dimanfaatkan sebagai pakan dan sumber energi bagi ternak ruminansia. Untuk dapat digunakan sebagai
pakan sapi, jerami harus difermentasi. Agar mudah dikonsumsi oleh hewan ternak, jerami yang sudah
difermentasi selanjutnya harus dipotong-potong. Sudah banyak petani dan peternak yang memiliki mesin
pencacah, tetapi model pemotong yang digunakan bukannya memotong atau menggunting, tetapi dengan
proses memukul, sehingga bahan yang akan dicacah tidak menjadi potongan atau butiran kecil-kecil, tetapi
menjadi memar dan ada yang seratnya masih panjang. Susunan mata pisau dari mesin pencacah yang lama
berbentuk radial berputar. Potongan yang dihasilkan masih terlalu besar. Desain pisau mesin pencacah
diadaptasi dari mata pisau mesin gergaji kayu berbentuk cakram sebanyak 21 buah, yang disusun dalam 2
batang poros. Dilihat dari hasil pencacahan mesin yang dibuat menunjukkan hasil seperti yang diharapkan.
Hasil pencacahan jerami adalah berupa potongan-potongan dengan panjang antara 1 – 5 cm. Kapasitas
mesin pencacah yang barui adalah kurang lebih 200 kg/jam, dengan daya motor 2x1 hp. Sementara mesin
lama berkapasitas 300 kg/jam dengan daya motor sekitar 10 hp. Dengan demikian, terjadi peningkatan
efisiensi secara signifikan.
Kata kunci: mesin potong, jerami, pisau, pakan ternak

Downloads

Download data is not yet available.
Published
Sep 6, 2019
How to Cite
., Haryadi; KHAKIM, Nur. Pengembangan Mesin Potong Jerami Terfermentasi Sebagai Pakan Ternak Sapi. Jurnal TEDC, [S.l.], v. 11, n. 1, p. 49-52, sep. 2019. ISSN 2776-723X. Available at: <http://ejournal.poltektedc.ac.id/index.php/tedc/article/view/205>. Date accessed: 14 june 2026.
Section
Articles