STUDI KASUS ANALISA KEGAGALAN BEARING RODA KERETA API

  • Yoddy A. Nuhgraha

Abstract

Dalam artikel ini, sebuah studi kasus penulis coba sampaikan berdasarkan kejadian yang nyata dalam sistem
perkereta apian nasional kita, dimana telah terjadi kecelakaan yang fatal yaitu anjloknya kereta api yang
menimbulkan kerugian materi. Di sini penulis akan mencoba menganalisa kegagalan yang menyebabkan
kecelakaan tersebut. Analisa kegagalan dilakukan berdasarkan bukti foto dari beberapa komponen yang
tersisa yaitu berupa bearing dengan jenis tapered roller bearing yang dipasang pada poros roda kereta api.
Selain itu juga penulis mengumpulkan bukti lain dari berita mass media. Keadaan lingkungan seperti cuaca,
suhu, ketinggian permukaan tanah, kontur tanah, dan sebagainya diabaikan. Roller bearing sangat penting
sekali peranannya pada roda kereta api agar kereta dapat berjalan seperti yang diinginkan. Dari bukti-bukti
yang dikumpulkan terlihat beberapa kemungkinan penyebab kegagalan. Untuk memperkuat analisa penulis
melakukan studi pustaka terhadap berbagai publikasi mengenai kecelakaan kereta api dalam dan luar negeri,
karakteristik bearing, dan terutama tentang kegagalan bearing. Hasil analisa kegagalan yang dilakukan
memberikan kesimpulan penyebab yang paling mungkin (most probably root couse) terhadap anjloknya
kereta api yaitu adanya arus listrik (electric current) yang mengalir melalui bearing dan menyebabkan electric
arc pitting pada permukaan roller bearing. Ini terjadi karena kesalahan prosedur dalam pemasangan
grounding pengelasan busur listrik ketika sebelum kecelakaan salah satu gerbong kereta tersebut diperbaiki.
Kata kunci: analisa kegagalan; kereta api; roller bearing; grounding las.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
Sep 6, 2019
How to Cite
NUHGRAHA, Yoddy A.. STUDI KASUS ANALISA KEGAGALAN BEARING RODA KERETA API. Jurnal TEDC, [S.l.], v. 10, n. 3, p. 186-190, sep. 2019. ISSN 2776-723X. Available at: <http://ejournal.poltektedc.ac.id/index.php/tedc/article/view/193>. Date accessed: 14 june 2026.
Section
Articles